Ijinkan kami cerita pengalaman sedikit. Posisi saya di sidoarjo, menjual barang berupa wheat pollard sebagai bahan bakun pakan ternak. Barang diambil dari Bogasari ( Indofood Sukses Makmur). Kami menawarkan ke BLitar ke langganan yang biasa membeli,namun beliau tidak mau karena barang di gudangnya penuh. Berikutnya kami tawarkan ke Bali dan mendapat respon yang baik..akhirnya barang sebanyak 25 ton dikirim ke Bali. Namun omongan orang tidaklah semulus yang kita bayang kan... setelah sampai Banyuwangi, mau nyebrang..pembeli membatalkan transaksi, kami berada dalam posisi yang kalah karena belum dilakukan pembayaran.
Betapa kesalnya saya campur bingung mau dijual ke mana barang tersebut, sementara gudang tidak punya waktu itu. Karena dibatalkam tentunya mobil balik lagi ke Surabaya. Saya mencoba menawarkan barang tersebut akhirnya dapat pembeli, namun tidak langsung ( melalui makelar). Kami janjian di gempol di rumah pembeli untuk ketemu buyer dan Alhamdulillah ketemu dan ngobrol, sambil nunggu mobil datang dr Banyuwangi. Namun ketika kami ngobrol si buyer pergi dengan alasannya mau ke belakang dan isi bensin setelah beberapa lama kami tunggu ternyata dihubungi Hpnya sdh off. Saat itu kami baru sadar bahwa pembeli tersebut adalah penipu. Di Gempol kami menunggu mobil, sampai jam 22.00 belum ada kejelasan barang tersebut mau di kirim ke mana ??. Ditengah kebingungan tersebut saya baru sadar belum sholat Isya ??? hmmm lalai...dan kebetulan ada mushola di dekat rumah makelar tersebut. Selesai sholat kami berdoa meminta kemudahan dan diberikan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi..dan pada waktu itu kami pasrahkan( iklas) sepenuh hati padaNYA apapun yang terjadi kami terima dengan iklas. Kami berkeyakinan akan ada pemecahannya.
Mobilpun sdh dekat dan akan sampai ke Gempol..sementara buyer di gempol sudah kabur...sudah terbayang omelan sopir yang kecapaian dan langkah yang diambil berikutnya masih belum ada bayangan pada waktu itu, akhirnya saya mencoba menghubungi lagi via sms ke buyer langganan di Blitar sekitar jam 22.30 walaupun kami tahu jam segitu bukan waktu yang tepat untuk transaksi. Tanpa di duga beliau mau untuk dikirim barang berupa wheat pollard tersebut. Itulah pertolongan Allah yang tidak disangka-sangka datang dengan kekuasaanNYA. Buyer yang pada hari itu juga di tawari beberapa kali tidak mau membeli, oleh Allah di balikan hatinya menjadi mau menerima barang dengan harga yang lebih tingggi. Dalam perjalanan pulang ke sidoarjo kami merenung membayangkan kejadian yang dialami penuh dengan, senam jantung, tantangan dan tipuan. Namun dihadapi dengan hati yang iklas sehingga membuahkan hasil yang barokah.
Perlajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas : 1. Segala susuatu Allah yang ngatur kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin setelah itu hasilnya pasrahkan pada Allah SWT 2. Jangan khawatir kalau kita masih menempuh perjalanan yang berliku suatu saat akan ada pemecahannya asal kita berusaha keras maka dikemudian hari ada hasilnya 3. Yakinlah apababila kita iklas maka Allah akan membantu kita dan segera menolong etah bagaimana caranya dari arah yang kita tdk tahu. Subhanallah...
Betapa kesalnya saya campur bingung mau dijual ke mana barang tersebut, sementara gudang tidak punya waktu itu. Karena dibatalkam tentunya mobil balik lagi ke Surabaya. Saya mencoba menawarkan barang tersebut akhirnya dapat pembeli, namun tidak langsung ( melalui makelar). Kami janjian di gempol di rumah pembeli untuk ketemu buyer dan Alhamdulillah ketemu dan ngobrol, sambil nunggu mobil datang dr Banyuwangi. Namun ketika kami ngobrol si buyer pergi dengan alasannya mau ke belakang dan isi bensin setelah beberapa lama kami tunggu ternyata dihubungi Hpnya sdh off. Saat itu kami baru sadar bahwa pembeli tersebut adalah penipu. Di Gempol kami menunggu mobil, sampai jam 22.00 belum ada kejelasan barang tersebut mau di kirim ke mana ??. Ditengah kebingungan tersebut saya baru sadar belum sholat Isya ??? hmmm lalai...dan kebetulan ada mushola di dekat rumah makelar tersebut. Selesai sholat kami berdoa meminta kemudahan dan diberikan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi..dan pada waktu itu kami pasrahkan( iklas) sepenuh hati padaNYA apapun yang terjadi kami terima dengan iklas. Kami berkeyakinan akan ada pemecahannya.
Mobilpun sdh dekat dan akan sampai ke Gempol..sementara buyer di gempol sudah kabur...sudah terbayang omelan sopir yang kecapaian dan langkah yang diambil berikutnya masih belum ada bayangan pada waktu itu, akhirnya saya mencoba menghubungi lagi via sms ke buyer langganan di Blitar sekitar jam 22.30 walaupun kami tahu jam segitu bukan waktu yang tepat untuk transaksi. Tanpa di duga beliau mau untuk dikirim barang berupa wheat pollard tersebut. Itulah pertolongan Allah yang tidak disangka-sangka datang dengan kekuasaanNYA. Buyer yang pada hari itu juga di tawari beberapa kali tidak mau membeli, oleh Allah di balikan hatinya menjadi mau menerima barang dengan harga yang lebih tingggi. Dalam perjalanan pulang ke sidoarjo kami merenung membayangkan kejadian yang dialami penuh dengan, senam jantung, tantangan dan tipuan. Namun dihadapi dengan hati yang iklas sehingga membuahkan hasil yang barokah.
Perlajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas : 1. Segala susuatu Allah yang ngatur kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin setelah itu hasilnya pasrahkan pada Allah SWT 2. Jangan khawatir kalau kita masih menempuh perjalanan yang berliku suatu saat akan ada pemecahannya asal kita berusaha keras maka dikemudian hari ada hasilnya 3. Yakinlah apababila kita iklas maka Allah akan membantu kita dan segera menolong etah bagaimana caranya dari arah yang kita tdk tahu. Subhanallah...
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
IKLASKAN SEMUA ADA YANG MENGATUR
4/
5
Oleh
PONDOK MADU
