Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2017

TIDAK ADA WAKTU UNTUK BISNIS MASIH TERIKAT KERJA



TIDAK ADA WAKTU UNTUK BISNIS MASIH TERIKAT KERJA salah satu ganjalan untuk memulai bisnis. Kerja di suatu tempat bisa menjadi modal buat berbisnis.  Banyak orang yang sukses berawal dari kerja di perusahaan. Istilahnya dia belajar tanpa modal malah dibayar.  Sebagai contoh orang kerja di rumah makan akhirnya di bisa buka rumah makan sendiri. Kerja di bengkel dia bisa usaha bengkel. Kerja di pabrik roti anda bisa bisnis membuat roti dll

Permasalahannya adalah tidak ada waktu untuk memulainya, karena waktu yang cukup sempit misal masuk jam 7.00 keluar jam 16.00 bahkan kalau lembur sdh tidak ada waktu untuk berpikir yang lain.
Kalau menurut pengamatan saya  kerja bertahun2 diperusahaan anda tidak akan dihargai lebih. Penghargaan perusahaan sebatas kemampuan anda atau jabatan anda. Apalagi setelah keluar dr perusahaan ketemu dengan staff saja susahnya minta ampun. Dengan waktu yang sempit itu, buatlah targetkan anda bisa untuk menguasai ilmunya untuk berbisnis berapa lama?

Bukan mengajari tidak bagus mendingan kita tidak usah terlalu idealis bekerja. Manfaatkan lah waktu sesedikitpun untuk memulai bisnis sesuai bidang yang anda kuasai.  Sebab sesuatu saat saya jamin anda akan berhenti bekerja entah karena di PHK, perusahaan kolaps atau anda pensiun.  Keputusan anda untuk memulai bisnis jangan ditunda tapi harus terukur dengan kemampuan anda baik dr sisi mental dan ekonomi untuk menopang perjuangan anda.

Jadi kalau bisa anda berbisnis sesuai bidang yang anda kuasai dulu, kalau tidak bisa minimal ada kaitannya dengan pekerjaan yang anda tekuni sekarang, karena kalau terlalu jauh dari bidang anda, maka akan keluar biaya sekolah dr nol lagi. Dalam bisnis sdh dipastikan ada biaya sekolahnya entah itu gagal, tidak berjalan nambah ilmu dan lain2.

Tks
Anto

IKLASKAN SEMUA ADA YANG MENGATUR

Ijinkan kami cerita pengalaman sedikit. Posisi saya di sidoarjo, menjual barang berupa wheat pollard sebagai bahan bakun pakan ternak. Barang diambil dari Bogasari ( Indofood Sukses Makmur). Kami menawarkan ke BLitar ke langganan yang biasa membeli,namun beliau tidak mau karena barang di gudangnya penuh. Berikutnya kami tawarkan ke Bali dan mendapat respon yang baik..akhirnya barang sebanyak 25 ton dikirim ke Bali. Namun omongan orang tidaklah semulus yang kita bayang kan... setelah sampai Banyuwangi, mau nyebrang..pembeli membatalkan transaksi, kami berada dalam posisi yang kalah karena belum dilakukan pembayaran.
Betapa kesalnya saya campur bingung mau dijual ke mana barang tersebut, sementara gudang tidak punya waktu itu. Karena dibatalkam tentunya mobil balik lagi ke Surabaya. Saya mencoba menawarkan barang tersebut akhirnya dapat pembeli, namun tidak langsung ( melalui makelar). Kami janjian di gempol di rumah pembeli untuk ketemu buyer dan Alhamdulillah ketemu dan ngobrol, sambil nunggu mobil datang dr Banyuwangi. Namun ketika kami ngobrol si buyer pergi dengan alasannya mau ke belakang dan isi bensin setelah beberapa lama kami tunggu ternyata dihubungi Hpnya sdh off. Saat itu kami baru sadar bahwa pembeli tersebut adalah penipu. Di Gempol kami menunggu mobil, sampai jam 22.00 belum ada kejelasan barang tersebut mau di kirim ke mana ??. Ditengah kebingungan tersebut saya baru sadar belum sholat Isya ??? hmmm lalai...dan kebetulan ada mushola di dekat rumah makelar tersebut. Selesai sholat kami berdoa meminta kemudahan dan diberikan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi..dan pada waktu itu kami pasrahkan( iklas) sepenuh hati padaNYA apapun yang terjadi kami terima dengan iklas. Kami berkeyakinan akan ada pemecahannya.
Mobilpun sdh dekat dan akan sampai ke Gempol..sementara buyer di gempol sudah kabur...sudah terbayang omelan sopir yang kecapaian dan langkah yang diambil berikutnya masih belum ada bayangan pada waktu itu, akhirnya saya mencoba menghubungi lagi via sms ke buyer langganan di Blitar sekitar jam 22.30 walaupun kami tahu jam segitu bukan waktu yang tepat untuk transaksi. Tanpa di duga beliau mau untuk dikirim barang berupa wheat pollard tersebut. Itulah pertolongan Allah yang tidak disangka-sangka datang dengan kekuasaanNYA. Buyer yang pada hari itu juga di tawari beberapa kali tidak mau membeli, oleh Allah di balikan hatinya menjadi mau menerima barang dengan harga yang lebih tingggi. Dalam perjalanan pulang ke sidoarjo kami merenung membayangkan kejadian yang dialami penuh dengan, senam jantung, tantangan dan tipuan. Namun dihadapi dengan hati yang iklas sehingga membuahkan hasil yang barokah.
Perlajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas : 1. Segala susuatu Allah yang ngatur kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin setelah itu hasilnya pasrahkan pada Allah SWT 2. Jangan khawatir kalau kita masih menempuh perjalanan yang berliku suatu saat akan ada pemecahannya asal kita berusaha keras maka dikemudian hari ada hasilnya 3. Yakinlah apababila kita iklas maka Allah akan membantu kita dan segera menolong etah bagaimana caranya dari arah yang kita tdk tahu. Subhanallah...

PARADIGMA



Apa pendapat anda tentang air terjun ? Apabila kita perhatikan air terjun tentunya akan timbul berbagai pendapat tentang air terjun tersebut. Orang ahli sipil berpendapat bahwa alangkah potensinya bahwa air terjun tersebut bisa dijadikan bendungan. Sementara ahli seni bisa dibuat gambar atau lukisan yang menarik dan sangat cocok untuk bikin puisi. Lain halnya ahli di bidang listrik mereka memandang sangat baik dibuat pembangkit tenaga listrik. Dari ilustrasi diatas banyak pendapat dalam menilai suatu objek. Tergantung dari sudut pandang masing2. Itulah yang disebut paradigma yaitu cara pandang seseorang terhadap suatu objek atau permasalahan. Dalam kehidupan sehari2 juga sering timbul peristiwa perbedaan cara pandang seseorang terhadap suatu masalah. Pertanyaannya apakah cara pandang seseorang itu baik atau tidak? Apakah paradigma tersebut menguntungkan dalam kehidupan sehari2??? Bagaimana penerapan paradigma dlm bisnis? Suatu masalah akan berakibat positip atau negatip tergantung bagaimana cara kita memandang masalah tersebut. Kita sebagai orang yang mempunyai ilmu dan terus berlatih dalam berbisnis hendaknya cara pandang kita diarahkan ke hal yang lebih positif sehingga hasil yang didapat akan membuahkan hasil yang positif pula. Apa hubungannya dengan bisnis??? Dalam bisnis sebaiknya kita dapat mengarahkan sudut pandang agar bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Paradigma kita bisa di arahkan untuk mencapai inovasi-inovasi yang baru sehubungan banyaknya peluang dari suatu bidang yang sedang digarap. Ada aturan- aturan baku yang diharapkan dengan aturan tersebut mempunyai kesepahaman yang sama, sehingga dibuatlah suatu sistem yang mengatur pergerakan bisnis kita menjadi teratur dan menjadi penyatuan cara pandang untuk mencapai tujuan. Nah semakin terarah cara pandang kita maka akan mudah dalam pencapaian tujuan kita amiin

Minggu, 22 Januari 2017

RAJIN PANGKAL KAYA

RAJIN PANGKAL KAYA

Ada cerita menarik dari temen saya. Dia dan ketiga sahabatnya( berempat) dari Jogja ke surabaya dengan tujuan mengadu nasib dengan bekal ijazah SMA. Sampai di Surabaya mereka merasa minder..karena di kota metropolis tersebut tidak sedikit orang pintar dan berpengetahuan. Banyak prof, DR apalagi sarjana sdh tidak bisa dihitung jumlahnya.

Dengan situasi spt itu semakin keder saja...akhirnya selang beberapa waktu 3 orang kalah lari tunggang langgang balik ke kampung halamannya. Tinggal 1 orang yang mempunyai mental baja dan mempunyai pemikiran lain menghadapi kota metropolis tersebut. Ia berpendapat bahwa biarlah mereka punya ilmu yang seabreg..namun sedikit orang yang yang mempunyai keyakinan bahwa kepandaian itu bisa dilawan dengan kata rajin,tawakal dan istikomah

Banyak sarjana yang nganggur karena mereka tidak rajin dan tekun dalam mengerjakan sesuatu hal..itulah kelemahan yang harus diambil menjadi peluang sehingga menjadi bergaining power buat mereka yang mau berbuat rajin dan tawakal Akhirnya dengan ketekunannya dia di terima di pt nusantara playwod. Dan pada waktu itu ditempatkam di bagian kiln dry(pengeringan kayu). Berjalan dengan waktu dia menjadi ahli di bidang itu. Suatu saat dia resign kemudian mengajukan jadi pemborong tenaga kerja pengeringan. Singkat cerita dia menjadi pengusaha yang mengambil barang afalan berupa partikel board dari pabrik teraebut, suksespun diraihnya.

Yang dulu jadi karyawan akhirnya dia menjadi rekanan perusahaan. Nilainya melebihi sarjana yang bertahun2 bekerja di perusahaan tersebut. Kita sering lupa bahwa ide banyak sekali, ikut seminar, kursus dll. Tapi implemntasinya tidak ada, karena kita tidak berani bertindak..istilah motivator take action. Tidak cukup dengan action saja namun perlu disertai dengan ketekunan dan persiapan mental yang tahan banting dalam menhadapi permasalahan dan tujuan yang diharapkan. Akhirnya jurus rajin, tekun dan tawakal kpd Allah bisa diipakai dalam menghadapi perjuangan dalam berbisnis. Maka dr itu mari kita pakai senjata di atas untuk meraih kesuksesan anda...tekuni apa yang telah anda mulai. Tks jan 2016 Anto